FKPD Bersama Gubernur Kepri Sepakat Tarif Listrik Batam Naik Kedua Kali 15 Persen

0
591
Gubernur Kepri Pimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jumat (15/9/2017)di Gedung Graha Kepri

jalan panjang kenaikan tarif Listrik PLN Batam sudah mendekati 45 Persen,Setelah Jumat Kemarin di gedung graha Kepri Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) menyepakati kenaikan tarif listrik Batam sebesar 15 persen.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Kepri Amir Hakim, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Danrem Brigjen TNI Fachri, Walikota Batam HM Rudi, Dirut bright PLN Batam Dadan Kurniadipura, para FKPD dan sebagai pemimpin rapat Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Walikota Batam ,H.M.Rudi SE Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jumat (15/9/2017)di Gedung Graha Kepri .

Dari hasil data yang berhasil dihimpun tim redaksi www.batamtimes.co,kenaikan tarif listrik Batam sudah mengalami kenaikan tarif  listrik Batam  pada April 2017 lalu sebesar 30 persen, namun tak lama kemudian diturunkan lagi oleh bright PLN Batam sebesar 15 persen.

Tidak perlu berlama-lama  PLN Batam kembali mengajukan penyesuaian tarif listrik tahap kedua kepada gubernur mengingat semakin berkurangnya kemampuan operasional PLN Batam dalam memenuhi kebutuhan listrik di seluruh wilayah Batam.

Akhirnya disetujui sesuai hasil rapat FKPD ,Tarif persetujuan itu akan berlaku bulan  September dan penagihan Oktober 2017.

Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 21 tahun 2017 menggantikan Pergub Kepri Nomor 38 Tahun 2015 tentang Tarif Listrik Batam.

“Kemampuan operasional bright PLN Batam tak mencukupi lagi. Dalam rapat tadi akhirnya kami sepakat bahwa tarif listrik Batam naik secara berkala sebesar 15 persen sampai akhir tahun 2017,” kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun seusai memimpin rapat FKPD, Jumat(15/9/2017).

Dengan keputusan yang diambil dalam rapat tersebut, Nurdin berharap agar tidak ada lagi pemadaman listrik di Batam dan masyarakat dapat melakukan aktivitasnya dengan lancar. “Dalam pertemuan kami tadi, bright PLN Batam menyatakan akan berusaha menghindari pemadaman bergilir dengan adanya kenaikan tarif secara bertahap,” kata Nurdin.

Lebih jauh, Nurdin menjelaskan bahwa kenaikan tarif listrik Batam mulai akan diberlakukan bulan ini untuk tagihan Oktober 2017. tahap selanjutnya, yaitu pada akhir tahun atau Desember 2017 untuk tagihan Januari 2018. Jika dihitung dari awal sejak adanya kenaikan, tarif listrik Batam akan mengalami kenaikan sebesar 45 persen.

“Dengan adanya kenaikan ini, kami juga berharap agar bright PLN Batam dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” tambah Nurdin. Untuk mengawal pelaksanaan keputusan hasil rapat FKPD ini, Pemerintah Kota Batam bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kepri akan turut mensosialisasikan penyesuaian tarif listrik tersebut kepada masyarakat.

Keputusan kenaikan tarif tersebut disambut baik Dirut bright PLN Batam Dadan Kurniadipura. Keputusan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan PLN Batam kepada masyarakat.

“Keputusan menaikkan tarif listrik Batam terpaksa dilakukan mengingat makin tingginya biaya operasional bright PLN Batam. Meskipun naik, tarif listrik kita masih di bawah rata-rata tarif nasional (persero),” kata Dadan seusai menghadiri rapat FKPD di Gedung Graha Kepri, Jumat (15/9/2017).

Ia menjelaskan, sesuai dengan hasil rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kepri, bahwa kenaikan tarif listrik Batam akan naik secara berkala. Kenaikan akan mulai pada September ditagih pada Oktober 2017 dan kenaikan pada Desember ditagih bulan Januari 2018. “Kenaikannya masing-masing sebesar 15 persen,” jelasnya.

Dadan menuturkan, untuk kenaikan tarif listrik Batam saat ini, pihaknya masih mengacu dan menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 21 Tahun 2017 yang menggantikan Pergub Nomor 38 tahun 2015 tentang Tarif Listrik Batam. Point dalam pergub tersebut yakni menyetujui kenaikan tarif listrik sebesar 45 persen secara bertahap.

“Meskipun naik secara bertahap hingga 45 persen, sekali lagi bahwa tarif listrik kita masih di bawah tarif nasional. Yang penting kita dapat bertahap dan pasokan listrik tetap terjaga sehingga kami pun bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Dadan.

Ia menjelaskan, bright PLN Batam mengalami kerugian sebesar Rp30 miliar hingga per Agustus 2017. Biaya yang ada terus berkurang untuk menutupi biaya operasional yang sangat tinggi. Agar kemampuan operasional bright PLN Batam tidak semakin berkurang, kata Dadan, pihaknya melakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah di Batam.

 

(red/lantas/Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here