Peneliti takjub Salamander hidup 7 Tahun tanpa bergerak

0
6

Para peneliti takjub dengan pola hidup salamander yang berada di goa bawah laut di Bosnia-Herzegovina. Amfibi yang diteliti tersebut, sejak pertama kali dipantau, tidak bergerak sedikitpun dari posisinya selama 7 tahun.

Salamander adalah nama umum bagi sekitar 550 spesies amfibi. Mereka secara umum dicirikan dengan penampakannya yang mirip kadal: tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor panjang.

Penelitian berjudul “Extreme site fidelity of the olm [Proteus anguinus] revealed by a long‐term capture–mark–recapture study” yang terbit di Journal of Zoology, 28 Januari 2020, memfokuskan perhatiannya pada olm.

Jenis ini merupakan vertebrata troglobion terbesar yang diketahui. Karakteristik riwayat hidupnya ekstrim, seperti umur yang mungkin lebih dari 100 tahun dengan siklus reproduksi lebih dari 12 tahun. Gerakannya juga sangat lambat.

Olm hidup dengan menjajah goa bawah laut di Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Italia dan Slovenia, yang diperkirakan sekitar 8,8 juta hingga 20 juta tahun silam.

Olm merupakan satu-satunya spesies ada genus Proteus. Julukannya, salamander goa. Olm dewasa, beratnya diperkirakan hanya 20 gram atau 7 ons dengan panjang badan 30 sentimeter.

Dikutip dari Newsweek, pada penelitian tersebut penyelam menandai olm dewasa menggunakan metode yang tidak perlu memindahkan posisinya. Tim melacak pergerakan 19 olm selama penelitian. Sejumlah individu ditandai selama 28 bulan, sementara lainnya dipantau hingga 7 tahun.

Dari riset ini diketahui, individu yang paling aktif menempuh jarak 38 meter dalam 230 hari. Sebagian besar justru bergerak sekitar 5 meter dalam setahun.

Namun, dari penelitian ini, terpantau satu individu olm yang tidak bergerak satu inci pun, dalam rentang waktu tujuh tahun.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, olm ada di dunia gelap dengan kelangkaan makanan dan variasi musim minimal. Olm membutuhkan sedikit oksigen dan tahan terhadap kelaparan meski hingga tahunan. Umurnya yang panjang dan reproduksi lambat membuatnya harus hati-hati mengeluarkan energi sekaligus membatasi pergerakannya.

“Mereka berkeliaran tanpa berbuat sesuatu,” kata ketua tim peneliti Gergely Balázs, dari Universitas Eötvös Loránd, Budapest, Hongaria, dikutip dari New Scientist.

Ahli Biologi Matthew Niemiller dari University of Alabama, meski tidak terlibat dalam penelitian ini, setuju dengan pendapat para peneliti. Kepada Science News dia mengatakan, “Jika Anda adalah salamander yang coba bertahan hidup di lingkungan sedikit makanan dan Anda menemukan tempat yang bagus untuk membangun rumah atau wilayah, mengapa Anda pergi?”

Efek gabungan dari lambatnya pergerakan dengan siklus reproduksi yang panjang membuat olm sangat rentan terhadap ancaman dan perubahan lingkungan.

Para peneliti berharap, ada riset lanjutan untuk mempelajari populasi Proteus anguinus lainnya. Dengan begitu, dapat diketahui apakah mobilitas rendah olm yang diteliti berlaku umum untuk semua wilayah persebaran. Atau mungkin, khusus di wilayah ini saja.

Para peneliti takjub dengan pola hidup salamander yang berada di goa bawah laut di Bosnia-Herzegovina. Amfibi yang diteliti tersebut, sejak pertama kali dipantau, tidak bergerak sedikitpun dari posisinya selama 7 tahun.

Salamander adalah nama umum bagi sekitar 550 spesies amfibi. Mereka secara umum dicirikan dengan penampakannya yang mirip kadal: tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor panjang.

Penelitian berjudul “Extreme site fidelity of the olm [Proteus anguinus] revealed by a long‐term capture–mark–recapture study” yang terbit di Journal of Zoology, 28 Januari 2020, memfokuskan perhatiannya pada olm.

Jenis ini merupakan vertebrata troglobion terbesar yang diketahui. Karakteristik riwayat hidupnya ekstrim, seperti umur yang mungkin lebih dari 100 tahun dengan siklus reproduksi lebih dari 12 tahun. Gerakannya juga sangat lambat.

Olm hidup dengan menjajah goa bawah laut di Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Italia dan Slovenia, yang diperkirakan sekitar 8,8 juta hingga 20 juta tahun silam.

Olm merupakan satu-satunya spesies ada genus Proteus. Julukannya, salamander goa. Olm dewasa, beratnya diperkirakan hanya 20 gram atau 7 ons dengan panjang badan 30 sentimeter.

Dikutip dari Newsweek, pada penelitian tersebut penyelam menandai olm dewasa menggunakan metode yang tidak perlu memindahkan posisinya. Tim melacak pergerakan 19 olm selama penelitian. Sejumlah individu ditandai selama 28 bulan, sementara lainnya dipantau hingga 7 tahun.

Dari riset ini diketahui, individu yang paling aktif menempuh jarak 38 meter dalam 230 hari. Sebagian besar justru bergerak sekitar 5 meter dalam setahun.

Namun, dari penelitian ini, terpantau satu individu olm yang tidak bergerak satu inci pun, dalam rentang waktu tujuh tahun.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, olm ada di dunia gelap dengan kelangkaan makanan dan variasi musim minimal. Olm membutuhkan sedikit oksigen dan tahan terhadap kelaparan meski hingga tahunan. Umurnya yang panjang dan reproduksi lambat membuatnya harus hati-hati mengeluarkan energi sekaligus membatasi pergerakannya.

“Mereka berkeliaran tanpa berbuat sesuatu,” kata ketua tim peneliti Gergely Balázs, dari Universitas Eötvös Loránd, Budapest, Hongaria, dikutip dari New Scientist.

Ahli Biologi Matthew Niemiller dari University of Alabama, meski tidak terlibat dalam penelitian ini, setuju dengan pendapat para peneliti. Kepada Science News dia mengatakan, “Jika Anda adalah salamander yang coba bertahan hidup di lingkungan sedikit makanan dan Anda menemukan tempat yang bagus untuk membangun rumah atau wilayah, mengapa Anda pergi?”

Efek gabungan dari lambatnya pergerakan dengan siklus reproduksi yang panjang membuat olm sangat rentan terhadap ancaman dan perubahan lingkungan.

Para peneliti berharap, ada riset lanjutan untuk mempelajari populasi Proteus anguinus lainnya. Dengan begitu, dapat diketahui apakah mobilitas rendah olm yang diteliti berlaku umum untuk semua wilayah persebaran. Atau mungkin, khusus di wilayah ini saja.

(red/mogabay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here